Diskominfo Jatim Ingatkan Mahasiswa UINSA Waspada Kekerasan Seksual Digital
Surabaya, InfoPublik – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Provinsi Jawa Timur mengajak civitas akademika Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya untuk lebih waspada terhadap kekerasan seksual di ruang digital.
Ajakan ini disampaikan oleh Kepala Bidang Aplikasi dan Informatika (Kabid Aptika) Diskominfo Jatim, Gugi Alifrianto Wicaksono, saat mewakili Kepala Dinas Kominfo Jatim dalam kegiatan Pekan Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PANSOS PPKS) 2025. Acara ini berlangsung di Lantai 3, Ruang Amphiteater, Gedung Twin Towers UINSA Surabaya, pada Kamis (16/10/2025).
Dalam pemaparannya yang bertajuk Cyber Sexual Harassment, Gugi menjelaskan bahwa pelecehan seksual kini tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga semakin marak di dunia maya. Hal ini seiring dengan meningkatnya penetrasi internet yang pada tahun 2025 mencapai 80,66 persen secara nasional, dan 82,19 persen di Jawa Timur.
“Hal yang paling penting dalam bermedia sosial adalah kesadaran, pemahaman, dan etika. Jangan sampai kita terlibat dalam tindakan yang termasuk kejahatan seksual, baik secara offline maupun online,” ujar Gugi usai acara.
Ia memaparkan berbagai modus kekerasan seksual berbasis digital, seperti sextortion, revenge porn, cyber grooming, hingga deepfake porn, yang kerap memanfaatkan lemahnya literasi digital dan anonimitas di dunia maya.
Menurut Gugi, kesadaran akan etika digital menjadi kunci utama dalam mencegah Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE). Ia berharap para peserta dapat memahami bentuk-bentuk kekerasan seksual siber serta cara mencegahnya.
Kegiatan PANSOS PPKS 2025 ini merupakan bagian dari upaya UINSA dalam memperkuat peran Satuan Tugas (Satgas) PPKS dan membangun lingkungan kampus yang aman serta bebas dari kekerasan seksual.
Acara bertema Sosialisasi Cyber Sexual Harassment ini dibuka secara resmi oleh Rektor UINSA, Muzakki. Selain Gugi, turut hadir sebagai narasumber Ketua Satgas PPKS UINSA, Mahir Amin.
Usai sesi pemaparan materi, peserta diajak menyaksikan film pendek karya mahasiswa UINSA berjudul Endless Road yang menggambarkan perjuangan korban kekerasan seksual dalam mencari keadilan.




