Defisit Perdagangan AS: China, Meksiko, dan Vietnam Penyumbang Terbesar
Prime Time News - JAKARTA, KOMPAS.com - Defisit perdagangan Amerika Serikat (AS) kembali menjadi sorotan setelah data terbaru menunjukkan kesenjangan yang masih sangat besar antara nilai impor dan ekspor negara tersebut.
Di tengah berbagai kebijakan tarif dan upaya memperkuat industri domestik, neraca perdagangan Negeri Paman Sam tetap mencatat angka merah dalam skala triliunan dollar AS.
Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan defisit perdagangan
Negara mana saja yang paling banyak menyumbang defisit tersebut? Dan mengapa kebijakan tarif belum sepenuhnya mengubah situasi?
Kisah ”Senjata” Rakitan Instan Pelumpuh Total Peran Swasta
Artikel Kompas.id
Apa itu defisit perdagangan?
Secara sederhana, defisit perdagangan terjadi ketika nilai impor suatu negara lebih besar daripada nilai ekspornya.
Jika sebuah negara mengimpor barang dan jasa senilai 1 triliun dollar AS tetapi hanya mengekspor 800 miliar dollar AS, maka selisih 200 miliar dollar AS itulah yang disebut defisit perdagangan.
Dalam kasus Amerika Serikat, angka tersebut jauh lebih besar.
Pada 2025, defisit perdagangan barang Amerika Serikat mencapai sekitar 1,24 triliun dollar AS. Dengan kurs Rp 16.803 per dollar AS, nilainya setara sekitar Rp 20.835 triliun.
Sementara itu, jika digabungkan antara barang dan jasa, total defisit perdagangan AS berada di kisaran 901,5 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 15.148 triliun.
Perbedaan angka ini terjadi karena AS mencatat surplus di sektor jasa, yang membantu mengurangi sebagian defisit barang.
Negara-negara penyumbang defisit perdagangan terbesar AS
Lihat Foto
Berdasarkan data yang dirangkum Visual Capitalist dari statistik perdagangan resmi AS, berikut negara-negara dengan defisit perdagangan barang terbesar terhadap Amerika Serikat pada 2025.
1. China
Defisit perdagangan AS dan China tercatat sekitar 202 miliar dollar AS, setara dengan sekitar Rp 3.394 triliun.
China masih menjadi penyumbang defisit terbesar, meskipun angkanya lebih rendah dibanding puncak beberapa tahun sebelumnya.
Barang yang banyak diimpor dari China antara lain produk elektronik, mesin, peralatan rumah tangga, hingga berbagai barang konsumsi.
2. Meksiko
Defisit perdagangan AS dengan Meksiko mencapai sekitar 196,9 miliar dollar AS, atau sekitar Rp 3.308 triliun.
Meksiko kini menjadi salah satu mitra dagang terbesar Amerika Serikat. Banyak produk otomotif, suku cadang kendaraan, dan barang manufaktur diproduksi di Meksiko untuk pasar AS.
3. Vietnam
Vietnam mencatat defisit terhadap AS sekitar 178 miliar dollar AS, setara sekitar Rp 2.991 triliun.




