Babel Perkenalkan Kain Cual dan Batik di Malaysia Melalui Business Pitching
Sumber Foto: BaBelnews.id
Ekonomi

Babel Perkenalkan Kain Cual dan Batik di Malaysia Melalui Business Pitching

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini gencar memperkenalkan dan menjajaki peluang pasar ekspor kain cual dan batik asal Bangka Belitung ke Kuala Lumpur Malaysia. Cual dan batik asal Bangka Belitung diperkenalkan langsung oleh para pelaku usaha kepada Atase Perdagangan Indonesia di Kuala lumpur atas kerja sama Disperindag Bangka Belitung bersama Kementerian Perdagangan (Kemendag) Republik Indonesia (RI) dalam acara Business Pitching.

Pelaku usaha tersebut di antaranya, CV Media 46 Merk Ishadi Cual, dan CV Sepiak Belitong Merk Sepiak, serta Tanah Wari, Batik Kampung Katak menampilkan profil usaha dan produknya masing-masing.

Dalam pertemuan itu, Perwakilan Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar menjelaskan, karakteristik produk fashion yang sesuai dengan permintaan negara Malaysia adalah tidak menerima produk batik dalam bentuk kain.

Batik Indonesia dan Malaysia diungkapkannya memiliki kemiripan, mengingat asal muasalnya dulunya merupakan budaya nusantara tanpa border. Contohnya motif tenun Kerajaan Pahang yang penenunnya juga didatangkan khusus, dari tenaga penenun Palembang yang memiliki keahlian khusus dan kekerabatan yang erat dengan kesultanan Pahang.

Pangsa pasar di Malaysia untuk cual/tenun premium Babel yang kurang lebih seharga RM 1500, dinilai relatif mahal sehingga akan sulit mencari buyer. Selain itu untuk dapat masuk pasar Malaysia, lebih jauh dijelaskannya, agar tidak menonjolkan ikon atau kebanggaan Indonesia tertentu yang mungkin tidak dikenal konsumen di Malaysia, namun dapat dikombinasikan motif tertentu dengan ikon Malaysia seperti Petronas.

"Untuk motif tertentu yang tidak digunakan untuk pakaian harian dapat berkolaborasi dengan butik atau mengikuti pameran, misalnya Pameran MIHASS. Harga ritel yang bisa masuk di pasar Malaysia, sekitar RM 30-40 memiliki potensi yang besar," kata Azizah, dalam rilis yang diterima Bangkapos.com, Jumat (6/2).

Selain itu, alternatif lain bekerja sama dengan fashion Malaysia yang biasa menyelenggarakan fashion show dan pameran di hotel bintang lima. Setelah mengikuti pameran, pelaku usaha diarahkan melakukan B to B dengan pelaku usaha Malaysia dan disertai dengan promosi yang efektif, seperti Tiktok dan Shopee Malaysia.

Kabid Sarana Perdagangan dan Pengembangan Ekspor Disperindag Provinsi Bangka Belitung, Agus Setio Rini mengatakan, sinergitas yang dibangun antarpihak baik pemerintah daerah, KBRI dan Atase Perdagangan, kementerian maupun institusi vertikal mampu mendorong produk UMKM Babel masuk pangsa pasar ekspor.

"Saya berharap, di awal tahun melalui sinergitas yang dibangun bersama Bea Cukai Pangkalpinang dan DKUKM Provinsi Babel dapat bersama-sama mendorong UMKM masuk pangsa pasar ekspor," ujar Agus.

Dalam kegiatan Business Pitching masing-masing pelaku usaha memperkenalkan profil usaha dan produk yang diperdagangkan. Misalnya Ishadi menjelaskan Ishadi Cual menyampaikan perusahaannya berdiri pada tahun 2000 di Pangkalpinang, Bangka.

"Mengangkat kain cual sebagai kain khas identitas daerah Bangka Belitung dan berkomitmen, melestarikan motif kain cual sebagai warisan budaya Bangka Belitung. Teknik menenun cual ini merupakan gabungan dari teknik tenun ikat dan sungkit. Kain cual terkenal dengan coraknya yang kaya dan unik motif flora dan fauna yang bentuknya abstrak, tenun cual menggunakan alat tenun gedogan," jelasnya.

Owner Sepiak Belitong, Bella Kartika menyampaikan profil produk Sepiak Belitong yang didirikan tahun 2010. Sepiak berasal dari bahasa lokal yang artinya sebelah, sesuai dengan filosofi Sepiak Belitong yakni berbagi dan memberikan manfaat.

"Sepiak Belitong sudah pernah mengirimkan produknya ke Malaysia dan juga sudah bergabung, dengan Shopee Malaysia serta berkolaborasi dengan pelaku usaha Malaysia. Desain Sepiak, mengambil motif pantai dan kearifan lokal. Produknya cukup banyak diminati oleh pasar Malaysia dan sempat terhenti di masa pandemi, diharapkan dapat dilakukan perluasan akses pasar di Malaysia," tutur Bella Kartika. (*/riz)