Waktu Utama Shalat Dhuha Menurut Buya Yahya
Waktu Utama

Waktu Utama Shalat Dhuha Menurut Buya Yahya

Prime Time News - SERAMBINEWS.COM - Masih banyak umat Muslim yang langsung melaksanakan salat dhuha sesaat setelah matahari terbit. Padahal, menurut Buya Yahya, ada waktu yang jauh lebih utama untuk mengerjakannya.

Dalam kajian yang diunggah di YouTube berjudul Waktu Terbaik Melakukan Sholat Dhuha, Buya Yahya menjelaskan bahwa waktu dhuha dimulai setelah matahari terbit dan meninggi dari ufuk.

Dalam istilah yang disebut dalam hadis, kondisi ini dikenal dengan qadr, yakni saat posisi matahari sudah setinggi tombak dari pandangan. Secara sederhana, waktu ini diperkirakan sekitar 10 hingga 12 menit setelah matahari terbit.

“Setelah matahari meninggi meninggalkan landasannya, itulah awal waktu dhuha,” jelasnya dikutip Senin (4/5/2026).

Waktu dhuha kemudian berlangsung hingga sebelum matahari tepat berada di atas kepala atau menjelang waktu zuhur.

Namun, Buya Yahya menegaskan bahwa waktu paling utama (afdal) untuk melaksanakan salat dhuha bukanlah di awal waktu tersebut.

Ia mencontohkan kisah sahabat Zaid bin Arqam yang melihat sekelompok orang melaksanakan salat dhuha di awal waktu. Saat itu, Zaid bin Arqam menegur dan mengingatkan bahwa ada waktu yang lebih utama.

Dalam riwayat yang disampaikan, Rasulullah SAW menyebut salat dhuha sebagai salat awwabin, yaitu salatnya orang-orang yang kembali kepada Allah.

“Salat awwabin itu adalah ketika matahari mulai terasa panas,” terang Buya Yahya.

Ia menjelaskan, tanda waktu terbaik tersebut adalah saat matahari sudah semakin tinggi dan panas mulai terasa kuat. Bahkan dianalogikan seperti kondisi ketika anak unta mulai merasakan panas terik matahari di tubuhnya.

Menurut Buya Yahya, waktu ini berada pada kisaran seperempat siang. Jika dihitung dari waktu terbit matahari hingga menjelang zuhur sekitar enam jam, maka seperempatnya kurang lebih sekitar tiga jam setelah matahari terbit.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa hitungan tersebut hanyalah perkiraan, bukan patokan waktu yang pasti.

“Yang jelas, ketika matahari sudah meninggi dan mulai terasa panas, itulah waktu yang paling utama untuk salat dhuha,” ujarnya.

Buya Yahya juga menyinggung adanya pendapat lain yang menyebut salat awwabin dilakukan antara waktu magrib hingga isya. Namun, ia menegaskan bahwa dalam hadis yang dikutip, Rasulullah SAW secara langsung menyebut salat awwabin sebagai salat dhuha.

Dengan demikian, meskipun salat dhuha boleh dikerjakan sejak awal waktu, umat Muslim dianjurkan menunaikannya saat matahari sudah cukup tinggi dan mulai terik untuk mendapatkan keutamaan yang lebih besar.

You can share this post!