IHSG Melemah ke 5.906, Bursa Asia Tertekan Sentimen Negatif
Ekonomi

IHSG Melemah ke 5.906, Bursa Asia Tertekan Sentimen Negatif

Prime Time News - KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada awal perdagangan Selasa (7/7/2026), sejalan dengan pergerakan mayoritas bursa saham Asia yang berada di zona merah.

Mengutip data RTI pukul 09.07 WIB, IHSG turun 0,15% atau 9,10 poin ke level 5.906,97. Sebanyak 208 saham melemah, 241 saham menguat, dan 240 saham bergerak stagnan.

Volume perdagangan mencapai 1,7 miliar saham dengan nilai transaksi sekitar Rp 901 miliar.

Pelemahan IHSG dipicu oleh tekanan pada delapan indeks sektoral. Penurunan terdalam terjadi pada sektor barang konsumsi non-primer (IDX-NonCyc) yang melemah 0,67%, diikuti sektor properti turun 0,50%, serta sektor infrastruktur yang terkoreksi 0,41%.

Dari jajaran saham berkapitalisasi besar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) menjadi salah satu pemberat utama indeks setelah turun 4,71% ke level Rp 6.575.

Disusul PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang melemah 2,89% menjadi Rp 6.725, serta PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang turun 1,85% ke Rp 2.660.

Di sisi lain, beberapa saham masih mencatatkan kenaikan. PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) menguat 1,42% ke Rp 1.425, PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) naik 1,20% ke Rp 2.540, dan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) bertambah 0,97% ke level Rp 520.=

Pelemahan IHSG sejalan dengan sentimen negatif yang membayangi pasar saham Asia.

Mengutip Reuters, mayoritas bursa regional bergerak melemah meski Samsung Electronics memproyeksikan lonjakan laba operasional kuartal II-2026 hingga 19 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, didorong tingginya permintaan chip untuk kebutuhan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Produsen chip memori terbesar di dunia tersebut memperkirakan laba operasional periode April–Juni mencapai 89,4 triliun won atau sekitar US$ 58,44 miliar. Kinerja itu diperkirakan menjadi rekor laba operasional kuartalan ketiga secara berturut-turut.

Namun, kabar positif tersebut belum mampu menopang sentimen pasar. Indeks saham Korea Selatan justru anjlok 4,1%, sementara indeks MSCI Asia Pacific ex Japan Index turun 0,73% dan indeks Nikkei 225 melemah 1,08%.

Pelaku pasar juga masih mencermati pergerakan yen Jepang yang bertahan di dekat level terendah dalam hampir 40 tahun terhadap dolar Amerika Serikat.

Kondisi tersebut memicu spekulasi bahwa otoritas Jepang berpotensi kembali melakukan intervensi di pasar valuta asing untuk menopang mata uangnya.

You can share this post!