Siklon Idai: Bencana Dahsyat yang Menghancurkan Afrika Selatan
Internasional

Siklon Idai: Bencana Dahsyat yang Menghancurkan Afrika Selatan

Prime Time News - Liputan6.com, Maputo - Pada 14 Maret 2019, pesisir Mozambik menjadi saksi salah satu bencana alam paling dahsyat di belahan bumi selatan. Siklon Idai mendarat, membawa angin kencang dan hujan ekstrem yang melumpuhkan kehidupan dalam waktu singkat.

Badai ini tidak hanya menghantam Mozambik, tetapi juga memicu kehancuran luas di wilayah Afrika bagian selatan, dengan dampak yang menjalar hingga Zimbabwe dan Malawi.

Siklon Idai bukan sekadar badai dengan angin kencang. Hujan ekstrem yang menyertainya memicu banjir besar yang oleh banyak penyintas digambarkan seperti "tsunami di daratan".

Kota pelabuhan Beira, pusat ekonomi penting di Mozambik, menjadi wilayah terdampak paling parah; dalam satu malam, sekitar 90 persen infrastruktur kota hancur atau rusak berat.

Menurut laporan Al Jazeera, hancurnya jaringan komunikasi dan akses jalan membuat upaya penyelamatan pada hari-hari pertama menjadi sangat sulit. Dari pantauan udara, wilayah di sekitar Beira tampak seperti bentangan danau raksasa di mana ribuan orang terjebak di atap rumah dan pepohonan selama berhari-hari sambil menunggu bantuan datang.

Bencana ini meninggalkan luka mendalam dengan jatuhnya sekitar 1.300 korban jiwa di tiga negara. Selain kehilangan nyawa, jutaan orang kehilangan tempat tinggal dan sumber penghidupan setelah banjir merendam ratusan ribu hektare lahan pertanian tepat sebelum musim panen tiba.

Tantangan belum usai setelah badai berlalu. Rusaknya sistem air bersih dan sanitasi memicu wabah kolera di berbagai kamp pengungsian. Seperti dikutip dari World Health Organization (WHO), situasi tersebut sempat ditetapkan sebagai darurat kesehatan tingkat tertinggi.

Untuk menekan angka kematian, WHO bersama pemerintah setempat segera meluncurkan kampanye vaksinasi massal bagi hampir 900.000 orang guna membendung penyebaran wabah di tengah keterbatasan logistik.

Hingga kini, peristiwa 14 Maret 2019 kerap dikenang sebagai pengingat penting bagi dunia untuk memperkuat sistem peringatan dini di wilayah-wilayah yang rentan terhadap perubahan iklim.

You can share this post!