Prime Time News - KOMPAS.com - Di tengah tren hunian modern, rumah adat berbahan bambu tetap bertahan sebagai simbol kearifan lokal yang ramah lingkungan.
Di berbagai daerah di Indonesia, bambu dimanfaatkan sebagai material utama untuk membuat membuat dinding, lantai, hingga struktur bangunan.
Material alami ini dipilih bukan tanpa alasan bambu dikenal kuat, lentur, dan mampu menjaga suhu ruangan tetap sejuk di tengah iklim tropis.
Rumah-rumah seperti milik masyarakat Baduy di Banten atau Sasak di Lombok menunjukkan bagaimana bambu mampu menghadirkan kenyamanan sekaligus menyatu dengan alam sekitar.
Tak hanya bernilai budaya, penggunaan bambu kini juga kembali dilirik sebagai inspirasi hunian masa kini yang lebih berkelanjutan dan estetis.
Nah, berikut sejumlah rumah adat yang terbuat dari material bambu dan cocok untuk dijadikan inspirasi.
Rumah Baduy
Lihat Foto
Rumah adat Baduy atau disebut juga rumah sulah nyanda memiliki desain hunian yang secara keseluruhan terbuat dari bahan alami, salah satunya bambu. Bambu digunakan untuk membuat bagian dinding dan lantai.
Melansir dari laman Indonesia Kaya, Kamis (16/4/2026) rumah adat Baduy, bambu dimanfaatkan untuk dibuat menjadi anyaman bambu.
Tak hanya itu, bambu juga dimanfaatkan menjadi lantai rumah, tanpa paku ataupun bahan perekat sehingga menghadirkan kesan sejuk dan alami.
Rumah Ulu
Lihat Foto
Selanjutnya, rumah adat Ulu dari Sumatera Selatan dibangun menggunakan material alami seperti kayu dan bambu.
Meski bukan bahan utama, bambu tetap berperan penting dalam struktur, terutama pada bagian dinding dan lantai.
Dinding rumah umumnya dibuat dari anyaman bambu kasar dikenal sebagai geribik, yang kokoh sekaligus mendukung sirkulasi udara.
Penggunaan bambu ini turut memperkuat karakter tradisional sekaligus menghadirkan kesan alami pada hunian.
Rumah Saung Sunda
Bangunan ini memanfaatkan bambu untuk keseluruhan materialnya. Mulai dari bagian tiang pondasi, dinding, hingga lantai.
Umumnya, biasanya dibuat dari anyaman maupun dinding bambu utuh untuk bagian tingnya.