Pria Afrika Minta Nasi Padang di Kafe Kantor
Sumber Foto: Kompasiana.com
Internasional

Pria Afrika Minta Nasi Padang di Kafe Kantor

Sore itu, suasana di kantor sudah mulai melandai. Jam menunjukkan pukul 6 sore, waktu yang biasanya menjadi momen sakral bagi banyak orang untuk bersiap berbuka puasa.

Kafe di kantor saya yang biasanya ramai, saat itu kebetulan sedang sepi. Hanya ada saya dan dua orang rekan kerja yang sedang berjaga.

Di tengah keheningan itu, seorang pria berkebangsaan Afrika masuk ke dalam kafe dengan langkah yang begitu santai, seolah ia adalah pelanggan setia yang memang rutin berkunjung ke sana.

Tanpa basa-basi, ia langsung menuju meja kasir dan bertanya dalam bahasa Inggris, "Do you have rice? I need rice." Pertanyaan yang cukup unik, mengingat tempat kami adalah sebuah kafe yang lebih banyak menyajikan kopi dan camilan modern, bukan warung nasi.

Teman saya yang bertugas menjaga kasir dengan sopan menjawab bahwa kami tidak menyediakan menu nasi. Namun anehnya tanpa beranjak pergi mencari tempat makan lain, pria tersebut justru mengeluarkan permintaan yang membuat kami saling berpandangan.

Ia meminta tolong agar kami membelikannya Nasi Padang. "Can you buy me Nasi Padang? I will pay for it," ucapnya dengan nada yang cukup mendesak. Teman saya mencoba menjelaskan bahwa kami sedang bertugas dan tidak bisa keluar untuk membelikan makanan dari luar.

Saya sendiri, yang saat itu memang sedang ada pekerjaan, langsung memberi alasan bahwa saya sangat sibuk agar tidak terseret lebih jauh dalam permintaannya yang tidak lazim tersebut.

Saya pun sempat bertanya, "Or do you have Grab or Gojek?" Naasnya, dia tidak memiliki satu pun. Pria Afrika ini ternyata tipe orang yang tidak mudah menyerah. Ia terus mendesak dan sedikit "ngelonjak".

Sebab merasa sungkan dan mungkin sedikit tertekan dengan sikapnya yang memaksa, akhirnya salah satu teman saya yang lain mengalah. Ia bersedia memesankan Nasi Padang melalui aplikasi ojek daring lewat ponsel pribadinya. Di sinilah situasi mulai terasa canggung.

Menunggu pesanan datang ternyata memakan waktu yang cukup lama, sekitar 40 menit. Selama rentang waktu tersebut, pria Afrika ini tidak hanya duduk diam.