Perminas Kolaborasi dengan Kanada untuk Kelola Rare Earth di Gabon
Sumber Foto: SWA.co.id
Internasional

Perminas Kolaborasi dengan Kanada untuk Kelola Rare Earth di Gabon

BUMN sektor mineral, PT Perusahaan Mineral Nasional (Persero) atau Perminas, menjalin kerja sama strategis dengan perusahaan asal Kanada, New Energy Metals Holdings Ltd (NEM), untuk memulai pengelolaan sumber daya niobium dan logam tanah jarang (rare earth) di Republik Gabon.

Kemitraan ini tidak hanya berfokus pada aktivitas hulu di Afrika, tetapi juga diproyeksikan memperkuat ekosistem hilirisasi di Indonesia. Dukungan diberikan oleh Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan kolaborasi ini menjadi bagian penting dari agenda hilirisasi nasional. Menurutnya, Indonesia perlu memiliki akses langsung terhadap bahan baku strategis agar dapat bertransformasi menjadi pemain manufaktur global.

“Fase pertumbuhan industri kita berikutnya sangat bergantung pada akses input strategis. Kerja sama ini memungkinkan kita mengonversi mineral kritis menjadi produk hilir yang kompetitif di pasar global,” ujar Rosan dalam keterangan tertulis, Selasa (17/2).

MoU tersebut menetapkan kerangka evaluasi keterkaitan hulu–hilir, termasuk peluang menjadikan Indonesia sebagai platform pemrosesan, manufaktur, dan integrasi industri. Kerja sama ini diharapkan memperkuat ketahanan pasok mineral kritis seperti niobium (Nb), neodymium (Nd), dan praseodymium (Pr).

Mineral-mineral itu merupakan bahan utama magnet permanen berkinerja tinggi. Selain itu, rantai nilai rare earth juga mencakup heavy rare earth elements seperti dysprosium dan terbium yang krusial untuk kendaraan listrik, elektrifikasi, energi terbarukan, serta industri kedirgantaraan dan pertahanan.

Presiden Direktur Perminas, Gilarsi Wahju Setijono, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung target strategis Indonesia di sektor mineral kritis dan industrialisasi hilir. Ia menyebut MoU ini membuka jalur terstruktur untuk menghubungkan potensi sumber daya hulu dengan penciptaan nilai tambah di hilir, selaras dengan prinsip tata kelola yang kuat dan prioritas nasional jangka panjang.

Sebagai tindak lanjut, para pihak akan membentuk Joint Working Group untuk menjalankan program kolaborasi, mulai dari pertukaran data, lokakarya, hingga asesmen komersial terpadu. Rencana pengembangan juga mencakup pemisahan dan pemurnian, produksi logam serta paduan, hingga manufaktur magnet permanen di sepanjang rantai nilai rare earth.

Dari sisi pembiayaan, para pihak menyiapkan jalur negosiasi cepat terkait potensi investasi strategis, termasuk peluang partisipasi ekuitas maupun utang oleh Perminas dan Danantara di tambang Maboumine. Seluruh proses ini disebut akan didukung uji tuntas yang dipercepat.

President New Energy Metals Holdings Ltd, Abduljabbar Alsayegh, menyambut positif kolaborasi tersebut. “Kami antusias bermitra dengan Perminas untuk membangun kolaborasi yang memperkuat sekaligus mendiversifikasi rantai pasok rare earth global yang krusial,” ujarnya. (*)

Dilarang keras mengambil konten (tulisan, foto, infografis, video, dan sebagainya) yang dimuat di situs web ini, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk platform AI (artificial intelligence) dan platform digital lainnya, tanpa izin tertulis dari direksi yang berwenang di situs web ini.