Prime Time News - FAJAR, MAKASSAR — Dinamika kependudukan Indonesia kian kompleks. Mulai dari kuantitas dan kualitas penduduk, persebaran, hingga administrasi kependudukan masih menjadi tantangan serius.
Dalam konteks itu, Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) diposisikan sebagai pilar strategis menuju Indonesia Emas 2045.
Indonesia saat ini masih berada pada fase bonus demografi yang ditandai dominasi usia produktif. Kondisi tersebut membuka peluang besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan daya saing bangsa. Namun, peluang itu bersifat sementara dan membutuhkan pengelolaan yang terarah agar berdampak optimal dan berkelanjutan.
Di tengah peluang tersebut, Indonesia dan khususnya Sulawesi Selatan masih menghadapi tantangan strategis. Prevalensi stunting yang belum sepenuhnya terkendali, ketimpangan akses layanan kesehatan dan gizi, hingga kualitas pengasuhan anak yang beragam menjadi pekerjaan rumah bersama.
Pemerintah pun mendorong implementasi Program Makan Bergizi Gratis bagi Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita (MBG 3B) sebagai langkah percepatan penurunan stunting berbasis keluarga.
Tak hanya itu, forum ini juga merumuskan rencana tindak lanjut percepatan penurunan stunting berbasis keluarga melalui MBG 3B serta mengidentifikasi praktik baik dan inovasi daerah yang dapat direplikasi di seluruh kabupaten/kota di Sulsel.
Ketua TP PKK Kota Makassar, Melinda Aksa Munafri, menegaskan pentingnya penguatan koordinasi antara TP PKK dan BKKBN agar program pembangunan keluarga tidak berhenti pada tataran kebijakan.