Perjalanan Mitos Zombie dari Haiti ke Dunia Film
KBRN, Semarang: Sebelum zombie jadi makhluk haus darah di film, mereka lebih dulu hidup di kisah mistik Haiti. Di sana, zombie dipercaya sebagai mayat yang dihidupkan kembali lewat ilmu voodoo, dikendalikan oleh seorang dukun bernama bokor.
Kepercayaan ini berakar dari tradisi spiritual Afrika Barat yang terbawa ke Karibia lewat perdagangan budak. Para budak waktu itu percaya, roh yang kehilangan kebebasan bisa dikutuk menjadi zombie, makhluk tanpa kehendak yang terus bekerja selamanya.
Kepercayaan terhadap zombie di Haiti juga sempat dikaitkan dengan penggunaan ramuan dari tanaman beracun seperti tetrodotoxin, racun ikan buntal yang bisa membuat orang tampak mati sementara. Fenomena ini kemudian memperkuat mitos tentang manusia yang “dibangkitkan kembali” dari kematian.
Istilah “zombie” pertama kali muncul dalam literatur Barat pada abad ke-19, dan mulai menarik perhatian penulis Amerika yang terpesona dengan dunia voodoo. Tapi gambaran zombie yang kita kenal sekarang baru populer lewat film “White Zombie” (1932) karya Victor Halperin.
Setelah itu, sutradara George A. Romero mengubah segalanya lewat “Night of the Living Dead” (1968). Ia mengganti asal-usul mistik dengan penjelasan ilmiah, menggambarkan zombie sebagai hasil wabah misterius, simbol ketakutan manusia terhadap perang dan sains.




