Prime Time News - Tren belanja konsumen selama Ramadan 2026 diperkirakan akan meningkat dibandingkan tahun sebelumnya, dengan puncak transaksi terjadi pada pekan ketiga atau dalam 10 hari terakhir bulan suci.
Menurut Country Manager Visa Indonesia, Vira Widiyasari, situasi ekonomi di bulan Ramadan mengalami pergeseran struktural. Terdapat perubahan perilaku konsumen dari sekadar peningkatan volume belanja menjadi lebih canggih dan digital-native. Konsumen kini mengharapkan integrasi yang mulus antara pencarian produk secara online dan pembelian secara offline.
Belanja online tetap menjadi bagian penting dari pola belanja masyarakat, dengan 62 persen konsumen berbelanja daring dua hingga tiga kali dalam sebulan. Tren ini menunjukkan perilaku konsumen yang semakin menggabungkan belanja online dan offline. Diperkirakan, pertumbuhan transaksi berbasis kartu akan lebih cepat pada 2026 dibandingkan tahun sebelumnya, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat serta adopsi pembayaran nirsentuh, e-commerce, dan transaksi in-app.
Data menunjukkan adanya peluang yang terkonsentrasi pada pekan-pekan terakhir Ramadan, diikuti oleh jeda yang dapat diprediksi saat Idulfitri. Secara historis, volume transaksi pada hari Idulfitri turun sekitar 30-40 persen dari rata-rata harian Ramadan, karena konsumen lebih memprioritaskan ibadah dan keluarga. Namun, biasanya terjadi rebound singkat beberapa hari setelah Idulfitri saat aktivitas belanja kembali normal.