Pengangkatan Tanah di Afrika Selatan Dipicu Kekeringan
Sumber Foto: National Geographic Indonesia
Internasional

Pengangkatan Tanah di Afrika Selatan Dipicu Kekeringan

Nationalgeographic.co.id - Hasil sebuah studi yang terbit pada tahun 2025 mengungkapkan bahwa kekeringan dan kehilangan air menyebabkan tanah di Afrika Selatan naik rata-rata 6 milimeter antara tahun 2012 dan 2020.

Para ilmuwan telah mengembangkan model baru untuk mengukur pengangkatan tanah dan kehilangan air terkait dengan menggunakan data sistem penentuan posisi global (GPS).

Di Afrika Selatan, mereka menemukan bahwa pola pengangkatan berkorelasi tanah dengan kekeringan dan dengan pergeseran musiman antara musim kering dan basah. Model berbasis GPS ini dapat membantu para peneliti mendeteksi tanda-tanda kekeringan di masa depan, demikian saran para peneliti.

Para ilmuwan telah mengetahui selama lebih dari satu dekade bahwa tanah Afrika Selatan sedang mengalami pengangkatan.

Awalnya, beberapa orang menduga pengangkatan tersebut disebabkan oleh gumpalan batuan panas di mantel, lapisan tengah Bumi, yang berada di bawah negara tersebut. Gumpalan mantel terbentuk ketika material panas dari jauh di dalam mantel naik dan mendorong litosfer (kerak dan mantel atas), mengangkat tanah di atasnya.

Namun Makan Karegar, seorang ahli geodesi di Universityn of Bonn di Jerman, memperhatikan bahwa data yang menunjukkan pengangkatan tanah di Afrika Selatan berkorelasi dengan periode kekeringan.

Secara khusus, Karegar dan rekan-rekannya menemukan pola pengangkatan tanah yang sesuai dengan kekeringan "Hari Nol" yang hebat yang dihadapi Afrika Selatan antara tahun 2015 dan 2018, ketika kota Cape Town berisiko harus mematikan pasokan air kota.

"Kami mulai berpikir seharusnya ada hubungan antara pola ini dan kehilangan air," kata Karegar seperti dilansir Live Science.

Untuk menyelidiki hubungan ini lebih lanjut, tim mengumpulkan data GPS dari stasiun permanen yang tersebar di seluruh Afrika Selatan. Stasiun-stasiun ini dapat mengukur perubahan ketinggian secara tepat dari waktu ke waktu, hingga sepersekian milimeter per tahun.