Prime Time News - WARTAKOTALIVE.COM -- Konflik di Timur Tengah kini mengancam rantai pasok global dan membebani operasi kemanusiaan di seluruh dunia.
Demikian peringatan yang disampaikan oleh Kepala Kemanusiaan PBB, Tom Fletcher, seperti dilansir laman The Guardian, Rabu (19/3/2026).
Fletcher hari ini mengatakan bahwa gangguan di Selat Hormuz dapat berdampak langsung pada pasokan kemanusiaan di sub-Sahara Afrika.
"Saya sangat khawatir tentang harga pangan, biaya energi, dan biaya pupuk. Saya khawatir eskalasi lebih lanjut akan merusak rute pasokan lainnya," ujarnya dalam sebuah konferensi pers.
"Semua ini memiliki dampak langsung pada pasokan kemanusiaan kita, termasuk yang ditujukan ke wilayah-wilayah yang sangat membutuhkan di sub-Sahara Afrika. Namun secara lebih luas, hal ini memicu kenaikan harga yang membuat semakin banyak orang berada dalam kondisi yang lebih sulit," katanya.
Ia mengatakan bahwa PBB mengimbau semua pihak yang terlibat untuk mengamankan rute guna memberikan pengecualian agar bantuan kemanusiaan dapat tetap tersalurkan.
3 Kapal Diserang
Situasi semakin tegang setelah pada Rabu (11/3/2026) ada tiga kapal dilaporkan terkena serangan proyektil misterius di sekitar Selat Hormuz.
Perusahaan keamanan maritim Vanguard mengidentifikasi kapal-kapal yang terdampak sebagai berikut:
One Majesty, kapal kontainer berbendera Jepang, mengalami lubang sekitar 10 cm setelah diserang sekitar 47 km di utara Ras Al Khaimah, Uni Emirat Arab.
Star Gwyneth, kapal kargo curah berbendera Kepulauan Marshall, mengalami kerusakan lambung sekitar 92 km di utara Dubai, namun seluruh awak selamat.
Mayuree Naree, kapal berbendera Thailand, terbakar setelah diserang sekitar 19 km di utara Oman.
Serangan tersebut semakin memperkuat kekhawatiran bahwa Selat Hormuz kini menjadi salah satu titik konflik paling berbahaya di dunia.
Selat Hormuz Praktis Ditutup, Namun Setidaknya 6 Kapal Berhasil Melintas
Setidaknya enam kapal berhasil melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir, sebagian besar setelah mematikan sinyal pelacakan maritim mereka atau mencoba menyembunyikan posisi sebenarnya, menurut data MarineTraffic yang ditinjau CNN.
Kapal-kapal tersebut—termasuk tiga kapal kargo curah, satu tanker minyak mentah, dan dua tanker minyak/kimia—tercatat melintasi selat itu sejak 6 Maret.
Selat Hormuz merupakan jalur transit energi paling penting di dunia, yang mengangkut sekitar seperlima pengiriman minyak mentah global.
Jalur ini pada praktiknya telah ditutup sejak perang dimulai, setelah militer Iran memperingatkan bahwa kapal apa pun yang melintas akan diserang.