Prime Time News - Pasar jam tangan premium di Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang signifikan meskipun terdapat tekanan pada daya beli masyarakat kelas menengah. Minat konsumen terhadap produk luxury lifestyle meningkat, menjadikannya tidak hanya sebagai alat penunjuk waktu tetapi juga simbol gaya hidup dan investasi.
Laporan Statista memperkirakan bahwa pasar jam tangan di Indonesia akan mencapai USD 875,11 juta pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 7,16 persen hingga 2030. Sementara itu, pasar luxury watches & jewelry Indonesia diproyeksikan menghasilkan pendapatan USD 12,79 juta pada 2025, dengan pertumbuhan tahunan 5,25 persen hingga 2029, didorong oleh meningkatnya kelas menengah.
Asia Pasifik menjadi motor utama industri jam tangan mewah global, dengan pasar luxury watch di kawasan ini diperkirakan mencapai USD 9,15 miliar pada 2025. Grand View Research mencatat pertumbuhan pasar ini dengan compound annual growth rate (CAGR) 4,9 persen hingga 2033, menyumbang lebih dari 54 persen dari pasar jam tangan mewah global. Merek jam tangan Prancis, Herbelin, mencatat koleksi Newport Héritage Chronograph dan Cap Camarat Automatic Chronograph sebagai pilihan populer di Indonesia, mencerminkan tren global di segmen luxury watch.
Pertumbuhan industri jam premium di Indonesia tetap kuat meskipun terdapat perlambatan ekonomi global. Konsumsi kelas menengah atas, tren “quiet luxury,” dan minat generasi muda terhadap produk horologi premium menjadi pendorong utama. Merek-merek premium juga memanfaatkan pertumbuhan komunitas watch enthusiast yang semakin aktif di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.