Prime Time News - PONTIANAK POST - Di balik warna-warni budaya K-Pop yang ceria, terdapat berbagai persoalan yang kerap luput dari perhatian penonton.
Night Shift for Cuties mencoba menghadirkan sisi tersebut melalui cerita yang ringan tetapi sarat makna.
Dilansir dari Jawapos, serial terbaru Netflix ini mengikuti kisah Muti dan Jenar, dua penggemar berat grup K-Pop Purple Tea.
Namun, lebih dari sekadar cerita tentang penggemar dan idola, serial ini juga membahas berbagai isu sosial yang dekat dengan kehidupan perempuan.
Mengangkat Tantangan Perempuan dalam Dunia Hiburan
Salah satu tema yang mendapat perhatian khusus adalah posisi perempuan dalam industri hiburan.
Aline Djayasukmana dan Monica Vanesa Tedja sengaja memilih grup perempuan sebagai idola utama dalam cerita. Keputusan itu bukan tanpa alasan.
"Kami mau angkat gimana sih tantangan untuk perempuan yang dituntut ini-itu dalam dunia hiburan. Makanya salah satu personel grupnya ada yang plus size," papar Aline.
Melalui Purple Tea, serial ini memperlihatkan bagaimana perempuan sering menghadapi berbagai standar dan tuntutan yang tidak mudah dipenuhi.
Salah satunya adalah hubungan antara Jenar dan Indra (Emir Mahira). Adegan jatuh-tangkap serta momen saling menatap yang manis menghadirkan nuansa romantis khas drama Korea.
Agar tampil meyakinkan sebagai grup idola, Purple Tea tidak hanya hadir sebagai karakter fiktif biasa. Tim produksi bahkan menciptakan lagu-lagu khusus untuk grup tersebut.