Kota Palangka Raya Rayakan Natal dengan Dekorasi Bertema Kerukunan
Lifestyle

Kota Palangka Raya Rayakan Natal dengan Dekorasi Bertema Kerukunan

Prime Time News - Pemprov Kalteng ingin menghadirkan suasana damai bagi umat Kristiani yang merayakan Natal, sekaligus memperkuat nilai toleransi di daerah.

DEKORASI Natal yang terpasang di area Bundaran dengan replika kendaraan sinterklas yaitu rusa beserta singgasana duduknya, dua pohon natal yang menjulang ditambahkan artistik lampu berwarna-warni dan papan tulisan ucapan selamat Natal tahun 2025 mengusung tema kerukunan dan kebersamaan antarmasyarakat. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalteng Bidang Politik dan Hukum, Herson B. Aden.

“Memang Bapak Gubernur ingin bahwa perayaan Natal ini bisa memberikan satu kedamaian, bisa dinikmati oleh masyarakat Kalimantan Tengah, khususnya masyarakat Nasrani untuk merayakan Natal,” ujarnya disampaikan saat ditemui, Kamis (11/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa penataan dekorasi ini juga merupakan wujud komitmen Pemprov dalam menjaga keberagaman dan kebersamaan. Pemerintah disebut secara konsisten menyiapkan dekorasi untuk seluruh hari besar keagamaan.

“Nanti kalau ada event hari besar agama lain, ya kita bikin lagi di situ. Kalau hari raya kita bikin, kalau ada Nyepi kita bikin, kalau ada raya Buddha kita bikin,” jelasnya.

Lebih lanjut, Herson menuturkan bahwa langkah ini menjadi upaya agar masyarakat Kalimantan Tengah dapat hidup dalam suasana saling menghargai.

Ia menyebut tujuan utama pemerintah adalah menjaga kerukunan tanpa membeda-bedakan satu pemeluk agama dengan lainnya. Ia menegaskan bahwa keberagaman harus selalu dirawat sebagai kekuatan daerah.

Tidak hanya dekorasi, tahun ini Pemprov Kalteng juga menyiapkan parade Natal yang akan digelar pada akhir pekan.

Parade tersebut rencananya diikuti berbagai elemen masyarakat, termasuk gereja-gereja serta Perangkat Daerah (PD). Akan ada parade Natal yang diagendakan 13 Desember.

Ia menambahkan bahwa peserta parade tidak hanya berasal dari umat Kristiani. Kegiatan itu diharapkan semakin menyemarakkan perayaan Natal serta memperkuat persatuan masyarakat.

“Tidak menutup kemungkinan yang ikut itu bukan keluarga kita yang Kristen, tapi juga ada dari agama lain yang ikut,” katanya.

Herson berharap seluruh rangkaian Natal tahun ini dapat membawa kedamaian bagi warga Kalimantan Tengah. Ia menutup penjelasannya dengan optimisme.

“Kegiatan parade ini untuk menyemarakkan Natal tahun ini, karena Natalnya kita harapkan membawa damai bagi masyarakat Kalteng,” tuturnya.

Di lain tempat, perayaan Natal di Kota Palangka Raya tahun ini disambut antusias oleh masyarakat. Berbagai dekorasi dan hiasan Natal yang menghiasi ruang-ruang publik sepanjang bulan Desember menciptakan suasana kota yang semarak dan penuh kehangatan. Hal ini dirasakan langsung oleh warga sebagai simbol kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kalteng.

Pandangan warga

Salah seorang warga Kota Palangka Raya, Alvaro, mengungkapkan rasa senangnya melihat kemeriahan dekorasi Natal yang terpasang di sudut kota. Suasana ini memberikan energi positif bagi masyarakat.

“Bagi saya sebagai masyarakat Kalteng, khususnya di Kota Palangka Raya dengan gemerlap lampu-lampu dan hiasan natal di dekat bundaran pada bulan Desember ini senang sih,” ujarnya, Senin malam (8/12/2025).

Alvaro melihat perayaan dan dekorasi Natal tersebut mencerminkan kuatnya nilai keberagaman di Bumi Tambun Bungai. Keberadaan hiasan Natal di ruang publik menunjukkan bahwa Palangka Raya adalah kota yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan.

“Ini juga menunjukkan bahwa Kalteng, khususnya Kota Palangka Raya, keberagaman agamanya kuat dan kita di sini menjunjung tinggi kebersamaan dan toleransi,” tambah Alvaro.

Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, suasana Natal tahun ini dirasakan lebih meriah. Hal tersebut tak lepas dari kondisi yang semakin kondusif dan aktivitas masyarakat yang telah kembali normal. Alvaro menyebut, tahun lalu perayaan terasa lebih terbatas dibandingkan sekarang.

“Kalau dibandingkan tahun lalu, rasanya sekarang lebih ramai. Tahun lalu kan belum jadi bundaran besarnya jadi sekarang kelihatannya lebih meriah,” katanya.

Tak hanya dekorasi, meningkatnya mobilitas masyarakat juga menambah semarak perayaan Natal di Kota Palangka Raya.

Ramainya kendaraan dan aktivitas warga di pusat kota menjadi penanda hidupnya kembali suasana perayaan akhir tahun. Kondisi ini dinilai memberikan dampak positif bagi kebersamaan dan perekonomian masyarakat setempat.

Alvaro pun menyampaikan harapannya agar momentum Natal ini semakin memperkuat toleransi dan persatuan di tengah masyarakat.

You can share this post!