Kerusuhan Kartel Tuntut Pertanyaan Keamanan Piala Dunia 2026 di Meksiko
Prime Time News - KOMPAS.com - Kerusuhan besar pecah di Meksiko setelah salah satu kartel paling kuat dan ditakuti melancarkan gelombang kekerasan di sejumlah negara bagian.
Peristiwa ini menyusul tewasnya Nemesio Oseguera Cervantes alias “ El Mencho ”, buronan paling dicari di Meksiko sekaligus pemimpin Jalisco New Generation Cartel (CJNG) pada Minggu (22/2/2026).
El Mencho terluka dalam operasi di Tapalpa, negara bagian Jalisco, sekitar dua jam perjalanan dari Guadalajara.
Ia kemudian meninggal dunia saat diterbangkan ke Mexico City.
Kematian dari pemimpin kartel tersebut memicu aksi balasan yang meluas dan berujung pada bentrokan berdarah, dikutip dari Euronews, Selasa (24/2/2026).
Menurut pihak berwenang, lebih dari 70 orang tewas dalam operasi penangkapan maupun dalam rangkaian kekerasan setelahnya.
Korban mencakup aparat keamanan, anggota kartel, serta pihak lain yang terdampak konflik.
Kekerasan itu meletus kurang dari empat bulan sebelum Meksiko menjadi tuan rumah laga pembuka Piala Dunia FIFA 2026 antara Meksiko dan Afrika Selatan di Mexico City pada 11 Juni 2026.
Situasi ini pun memunculkan kekhawatiran baru terkait keamanan, mengingat Meksiko akan menjadi salah satu tuan rumah bersama turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut.
Lantas, usai Meksiko dibakar kartel, bagaimana nasib Piala Dunia 2026?
Bagaimana nasib Piala Dunia 2026 di Meksiko?
Situasi keamanan yang memburuk memunculkan tanda tanya besar terkait kesiapan Meksiko sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026.
Meski demikian, sejumlah pengamat menilai ada faktor ekonomi yang membuat kelompok kriminal sekalipun memiliki kepentingan agar turnamen tetap berjalan lancar.
Asisten profesor hukum pidana di Universitas Nottingham, Javier Eskauriatza mengatakan bahwa kartel juga terhubung dengan ekosistem ekonomi lokal.
“Ya, mereka menyuap politisi dan kepolisian setempat, tetapi mereka juga membeli restoran dan memiliki hotel. Mereka adalah bagian dari sistem ekonomi,” ujarnya, dilansir dari BBC, Selasa.
Menurutnya, kedatangan wisatawan asing justru akan menguntungkan banyak pihak.




