Prime Time News - Warga di sekitar Gunung Slamet, termasuk daerah Pemalang, Tegal, Brebes, Banyumas, dan Purbalingga, dikejutkan oleh kemunculan awan piringan berlapis yang terlihat di atas gunung setinggi 3.432 meter tersebut. Awan berwarna kemerahan ini muncul menjelang berbuka puasa dan menarik perhatian banyak orang.
Fenomena awan piringan berlapis ini pertama kali terlihat oleh warga yang merasa kagum dan penasaran mengenai makna dari kejadian alam tersebut. Beberapa warga menyatakan kekhawatiran akan kemungkinan bencana atau perubahan alam, terutama mengingat kejadian sebelumnya di mana seorang pendaki hilang dan ditemukan meninggal.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Ferry Oktarisa, menjelaskan bahwa awan tersebut dikenal sebagai awan lenticularis. Fenomena ini biasanya muncul akibat adanya angin kencang di lapisan atas atmosfer, khususnya di atas pegunungan. Awan lenticularis dapat mempengaruhi dunia penerbangan, dengan risiko turbulensi bagi pesawat yang melintasinya. Selain itu, kemunculan awan ini menjadi peringatan bagi pendaki Gunung Slamet untuk tetap waspada, karena dapat menandakan angin kencang di wilayah tersebut.
Awan piringan berlapis umumnya muncul dalam waktu singkat, antara 5 hingga 20 menit, sebelum kembali ke bentuk biasa. Ferry menegaskan bahwa fenomena ini dapat terjadi pada pagi, siang, maupun sore hari, dan warga yang berada di gunung tidak perlu panik saat melihatnya.