Kemendag Manfaatkan Kekosongan Pasar Akibat Penutupan Selat Hormuz
Sumber Foto: Kompas.com
Internasional

Kemendag Manfaatkan Kekosongan Pasar Akibat Penutupan Selat Hormuz

Prime Time News - JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perdagangan Budi Santoso membidik kekosongan pasar di sejumlah negara akibat penutupan Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi salah satu jalur perdagangan tersibuk di Timur Tengah, terutama untuk arus barang dari dan ke negara Teluk. Penutupan jalur tersebut memicu gangguan rantai pasok global.

“Kita ingin memanfaatkan itu, ya wilayah-wilayah yang kosong, tapi kita juga harus jeli ya,” kata Budi di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/5/2026).

Budi menilai krisis geopolitik akibat perang Iran melawan Israel dan Amerika Serikat mengubah peta perdagangan. Ekspor dan impor sejumlah negara terhambat karena distribusi terganggu.

Pemerintah melihat situasi ini membuka peluang bagi Indonesia. Negara yang selama ini mengandalkan pasokan dari kawasan Teluk menghadapi kekosongan impor.

“Ketika sebuah pasar di negara lain itu tidak disuplai oleh negara lain, ya pemasoknya selama ini, berarti kan kosong,” ujar Budi.

Foto udara Selat Hormuz.

Kemendag menekankan pentingnya survei sebelum masuk ke pasar baru. Pemerintah ingin memastikan kebutuhan dan karakter pasar sesuai dengan produk dalam negeri.

Salah satu komoditas yang didorong masuk pasar tersebut ialah produk usaha mikro, kecil, dan menengah. Busan menilai pelaku usaha skala kecil lebih fleksibel untuk melakukan ekspor baru dalam jangka pendek.

“UMKM itu kan kebanyakan dia ekspor baru sehingga jangka pendek, mana pasar-pasar yang bisa dijalani,” kata dia.

Kemendag telah memetakan sejumlah negara tujuan. Pasar Asia Tenggara dan Afrika menjadi fokus untuk mengisi kekosongan pasokan.

“Sekarang yang Februari tadi kami dengan Bu Dirjen sudah memetakan mana negara-negara seperti Asia Tenggara, kemudian Afrika, ya kita masuki untuk mengisi kekosongan tadi,” tutur Busan.

Konflik Iran dengan Israel dan Amerika Serikat meluas ke kawasan Teluk. Situasi memanas setelah pemimpin spiritual Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dilaporkan gugur akibat serangan Israel.

Iran kemudian menyerang basis militer dan kantor intelijen Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk, seperti Arab Saudi, Irak, Uni Emirat Arab, Bahrain, Kuwait, Qatar, dan Yordania. Iran menutup Selat Hormuz pada Sabtu (28/2/2026).