Prime Time News - BLITAR – Dunia internasional saat ini tengah menyoroti tajam situasi di Amerika Utara menyusul pecahnya kerusuhan hebat di sejumlah wilayah Meksiko. Ketegangan yang kian memanas ini memicu keraguan publik global terkait jaminan Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko yang dijadwalkan berlangsung dalam hitungan bulan. Insiden berdarah yang melibatkan kelompok kriminal bersenjata ini pun menjadi ujian berat bagi kesiapan negara berjuluk Land of the Sun tersebut dalam menyambut tamu dari berbagai belahan dunia.
Kekacauan yang melanda Meksiko dilaporkan terjadi pasca-tewasnya gembong kartel narkoba paling dicari, Nemesio Ruben Oseguera Cervantes alias El Mencho, dalam sebuah operasi militer besar-besaran. Situasi semakin mencekam di Guadalajara, yang merupakan salah satu kota penyelenggara utama, di mana video-video viral memperlihatkan bentrokan sengit yang mengancam stabilitas nasional. Hal ini memicu gelombang kekhawatiran mengenai Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko, mengingat stabilitas keamanan adalah faktor harga mati dalam menyukseskan agenda olahraga terbesar sejagat tersebut.
Menanggapi gejolak yang kian liar, Presiden FIFA Gianni Infantino akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk menenangkan para suporter dan federasi sepak bola dunia. Infantino menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya tetap memberikan kepercayaan penuh terhadap jaminan Keamanan Piala Dunia 2026 Meksiko meskipun bayang-bayang kekerasan kartel masih menghantui. Pernyataan tersebut disampaikan Infantino di sela-sela peresmian kantor pusat Federasi Sepak Bola Kolombia di Barranquilla pada Selasa, 24 Februari 2026.
Infantino juga menekankan bahwa keselamatan setiap orang yang datang ke stadion, baik atlet maupun suporter, harus benar-benar terlindungi. FIFA mengeklaim terus melakukan pemantauan ketat terhadap perkembangan situasi di lapangan setiap harinya. Keyakinan Infantino didasarkan pada komitmen pemerintah Meksiko yang berjanji akan mengerahkan pasukan keamanan ekstra untuk menjaga area-area vital selama turnamen berlangsung bersama Amerika Serikat dan Kanada.
Langkah FIFA ini diambil untuk menjaga kepercayaan pasar dan pemegang hak siar agar tidak terjadi penarikan dukungan secara masif. Pasalnya, pembatalan atau pemindahan lokasi pertandingan akibat isu keamanan akan berdampak sistemik pada ekonomi global. Bagi Meksiko sendiri, ajang ini adalah momentum untuk membuktikan bahwa mereka mampu mengendalikan stabilitas domestik di hadapan ribuan media internasional.