Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Potensi Pendapatan Rp 175 Miliar Melayang
Sumber Foto: Kompas.id
Olahraga

Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Potensi Pendapatan Rp 175 Miliar Melayang

Kegagalan tim ”Garuda” lolos ke babak utama Piala Dunia 2026 tidak hanya menyebabkan kerugian momentum, tetapi juga potensi pendapatan yang fantastis.

AP

Oleh I Gusti Agung Bagus Angga Putra

18 Des 2025 10:56 WIB · Olahraga

Kekalahan dari Irak pada putaran keempat memupus asa Indonesia melaju ke babak utama Piala Dunia 2026 untuk pertama kali sejak 1938. Kegagalan menembus Piala Dunia yang sudah di depan mata tidak hanya menyesakkan dari segi momentum, tetapi juga finansial.

Lewat pengumuman terbaru FIFA, Indonesia seharusnya bisa mengamankan pendapatan bernilai ratusan miliar jika mampu lolos ke Piala Dunia.

Melalui siaran persnya, FIFA mengumumkan kenaikan jumlah total hadiah bagi pemenang Piala Dunia 2026. Selain nominal hadiah bagi juara, terselip pula informasi mengenai besaran uang bagi setiap tim yang berpartisipasi pada ajang empat tahunan tersebut.

Bagi tim-tim yang sudah memastikan tempat di Piala Dunia, FIFA menyiapkan dana 1,5 juta dollar Amerika Serikat (Rp 25 miliar). Dalam keterangan resminya, FIFA menyebut dana tersebut sebagai biaya persiapan bagi setiap tim jelang tampil di Piala Dunia.

Tidak berhenti di sana, FIFA turut menyiapkan uang 9 juta dollar AS (Rp 150,3 miliar). Uang sebesar itu diberikan kepada setiap tim yang gagal melaju dari fase penyisian grup. Dengan demikian, bila mampu menembus babak utama Piala Dunia, sekalipun tersingkir pada fase penyisihan grup, timnas Indonesia semestinya bisa membawa pulang pendapatan total 10,5 juta dollar AS (Rp 175,4 miliar).

”Piala Dunia FIFA 2026 juga akan menjadi terobosan dalam hal kontribusi finansialnya kepada komunitas sepak bola global,” kata Presiden FIFA Gianni Infantino dalam siaran pers, Rabu (17/12/2025) malam.

Jika pendapatan bagi setiap tim kontestan saja sudah sebesar itu, jumlah yang akan diterima jika berhasil melaju jauh sudah pasti akan lebih besar. FIFA turut merinci ”hadiah” bagi tim yang berhasil melaju hingga babak 32 besar hingga final.

Tim-tim yang tersisih pada babak 32 besar tidak akan terlalu berkecil hati lantaran akan mendapatkan uang 11 juta dollar AS (Rp 183,8 miliar). Pendapatan bagi tim yang melaju hingga 16 besar jauh lebih banyak. FIFA menyiapkan uang 15 juta dollar AS (Rp 250,6 miliar) bagi setiap tim 16 besar.

Jumlah hadiah yang diterima dalam setiap babak semakin tinggi seiring tingkat kesulitan pertandingannya. Pada babak perempat final, uang yang diterima tiap tim bertambah menjadi 19 juta dollar AS (Rp 317,4 miliar). Adapun bagi tim yang melaju hingga semifinal akan memperebutkan hadiah uang untuk juara, posisi kedua hingga keempat.

Juara Piala Dunia mendapat nominal hadiah yang lebih tinggi dibandingkan edisi 2022 di Qatar. Dalam pernyataannya, FIFA memutuskan hadiah yang diterima bagi juara Piala Dunia 2026 sebesar 50 juta dollar AS (Rp 835,5 miliar), lebih besar dibandingkan Argentina yang mendapatkan 42 juta dollar AS (Rp 701 miliar) saat juara di Qatar.

Sementara tim peringkat kedua mendapat 33 juta dollar AS (Rp 551 miliar), peringkat ketiga 29 juta dollar AS (Rp 484,5 miliar), dan peringkat keempat 27 juta dollar AS (Rp 451 miliar). Untuk memberi apresiasi kepada 48 tim kontestan Piala Dunia, FIFA harus mengeluarkan total dana mencapai 655 juta dollar AS (Rp 10,9 triliun) atau naik 50 persen dibandingkan edisi 2022.

Isu tiket

Pengumuman kenaikan hadiah bagi tim juara dikeluarkan FIFA menyusul makin menguatnya isu tiket Piala Dunia yang dinilai terlalu mahal. Kebijakan tiket FIFA yang juga dikritik publik antara lain pemberlakuan harga yang berbeda-beda bergantung pada tim yang bertanding. Sebagai contoh, harga tiket pertandingan yang melibatkan tim raksasa, seperti Argentina, Brasil, atau Inggris, akan jauh lebih mahal dibandingkan tim kecil.

Ketua Asosiasi Suporter Sepak Bola Tom Greatrex melihat langkah FIFA yang menaikkan jumlah hadiah sebagai bukti konkret bahwa penyelenggaraan Piala Dunia tidak mengalami kendala keuangan. Oleh sebab itulah, desakan untuk mengevaluasi kebijakan harga tiket terus mengalir deras.

Masukan kepada FIFA untuk menurunkan harga tiket Piala Dunia juga disampaikan Perdana Menteri Inggris Sir Keir Starmer. Ia mendorong FIFA memikirkan cara agar tiket Piala Dunia bisa tetap terjangkau.

Mendapat kritik, FIFA kemudian merilis harga tiket yang jauh lebih murah, hanya 60 dollar AS (Rp 1 juta), untuk 104 pertandingan. FIFA mengatakan, harga tiket baru yang lebih terjangkau itu diedarkan secara terbatas dan hanya tersedia untuk sejumlah ”penggemar setia” dari negara-negara yang lolos ke Piala Dunia. (BBC)

piala dunia FIFA Gianni Infantino sepak bola tiket piala dunia hadiah piala dunia timnas indonesia utama

Kerabat Kerja

Penulis:

I Gusti Agung Bagus Angga Putra

|

Editor:

Prasetyo Eko Prihananto

|

Penyelaras Bahasa:

Lucia Dwi Puspita Sari