Indeks Dolar AS Melemah di Tengah Ketidakpastian Perdagangan dan Data Tenaga Kerja
Sumber Foto: Vibiznews.com
Ekonomi

Indeks Dolar AS Melemah di Tengah Ketidakpastian Perdagangan dan Data Tenaga Kerja

Prime Time News - (Vibiznews – Forex) Indeks dolar AS ditutup melemah pada hari Rabu terpicu ketidakpastian perdagangan.

Indeks dolar AS ditutup turun 0,14% pada 97,70.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa malam dalam pidato kenegaraan memicu ketidakpastian perdagangan dan menekan dolar, ketika menegaskan kembali tekadnya untuk memberlakukan tarif perdagangan.

Demikian juga penguatan pasar saham pada hari Rabu mengurangi permintaan likuiditas untuk dolar.

Namun penurunan dolar terbatas di tengah pelemahan yen, yang turun ke level terendah 2 minggu terhadap dolar pada hari Rabu. Selain itu, imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi pada hari Rabu memperkuat perbedaan suku bunga dolar.

Sedangkan komentar dari Presiden Federal Reserve St. Louis, Alberto Musalem, bersifat netral untuk dolar, dengan mengatakan bahwa suku bunga dana federal mendekati netral dan berada pada posisi yang baik untuk menyeimbangkan risiko terhadap lapangan kerja dan inflasi.

Pasar swap memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar -25 basis poin pada pertemuan kebijakan berikutnya pada tanggal 17-18 Maret sebesar 2%.

Malam nanti akan dirilis data Initial Jobless Claims AS pekan lalu yang diindikasikan meningkat.

Juga akan ada pernyataan dari pejabat Fed Bowman.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, indeks dolar AS dapat bergerak turun dengan ketidakpastian perdagangan AS dan penguatan pasar saham yang dapat menekan dolar AS. Juga akan mencermati data initial jobless claims yang jika terealisir turun akan menekan dolar AS. Namun jika pernyataan pejabat Fed, memberikan sinyal hawkish bagi kebijakan suku bunga Fed, akan menguatkan dolar AS. Indeks dolar AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support 97,55-97,39. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance 97,93-98,15.

Previous article Kenaikan Harga Minyak Sawit Acuan 25 Februari Dipangkas Rebound Ringgit

Next article Rekomendasi Forex EUR/USD 26 Februari 2026 : Harapkan Pelemahan Dolar AS dan Penguatan Data Ekonomi

Asido Situmorang

http://www.vibiznews.com

Asido is now the Senior Research Economic of Vibiz Research Center and Editor in Chief of Vibiznews.com, that makes market analysis (fundamental & technical) and research of the economy and business of Indonesia and globally, as well as other related topics such as capital and money market. He also actively writing hundreds of journals, analytical articles and columns in Vibiznews.com.