IHSG Berupaya Rebound Jelang Rilis Data Ekonomi Penting
Ekonomi

IHSG Berupaya Rebound Jelang Rilis Data Ekonomi Penting

Prime Time News - IHSG berusaha untuk menahan penurunan yang dimulai dari tertinggi Februari.

Presiden RI dan Presiden UEA bertemu dalam perayaan 50 tahun hubungan diplomatik.

PMI Manufaktur dan Neraca Perdagangan Indonesia akan menjadi data penting di depan.

Emas Antam naik sedikit, tetap bertahan di atas Rp3.000.000.

IHSG bergerak di area 8.199,80 yang lebih rendah 0,43% dari penutupan hari kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Indonesia dibuka dengan gap bawah di 8.211,30 sempat merosot ke terendah hari 8.093,74 dalam satu jam pertama perdagangan. Namun demikian, indeks berhasil rebound dari terendah hari sejauh sesi pertama jelang data penting yang akan dirilis pekan depan.

Hampir semua indeks Indonesia merah pada pagi ini. JII (-0,80%) menjadi salah satu indeks dengan kinerja terburuk sejauh sesi pertama. Penurunan ini ditekan oleh DSSA (-3,43%), UNTR (-3,37%), INKP (-2,54%), TPIA (-2,16%), dll. Namun, kemerosotan diredam oleh INCO (+3,87%), UNVR (+3,46%), PGAS (+2,61%), KLBF (+2,33%), dan lainnya.

Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto, dalam kunjungan kenegaraannya tiba di Uni Emirat Arab (UEA) pada hari Rabu dan diagendakan untuk bertemu Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan.

Sehari setelahnya, Presiden Prabowo dan Presiden UEA, Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan membicarakan penguatan kerja sama di area energi, investasi, dan ekonomi, seperti diinformasikan dalam media sosial resmi Presiden RI. Pertemuan ini sekaligus bersamaan dengan perayaan 50 tahun hubungan diplomatik kedua negara.

Aurelium (Jerman) dan PT Tenriawaru Elit International (Indonesia) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di Jakarta sebelumnya pekan ini. Penandatanganan MoU merupakan tindak lanjut Misi Dagang Jasa Profesi Indonesia ke Berlin pada 15 September 2025. MoU ini membuat PT Tenriawaru Elit International diberikan amanah untuk memenuhi permintaan sekitar 4.000 tenaga kerja Indonesia di sektor hospitality, ritel modern, dan layanan Kesehatan di Jerman.

Menurut Kementerian Perdagangan Indonesia, kerja sama ini dapat membuka peluang meningkatkan devisa serta memperkuat ekspor jasa Indonesia ke pasar Eropa, seperti diinformasikan dalam media sosial Kemendag.

Meskipun kalender ekonomi Indonesia hari ini kosong, para investor akan bersiap untuk menghadapi rilis data penting Senin depan yaitu Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Manufaktur S&P pada pukul 00:30 GMT (07:30 WIB) serta Neraca Perdagangan dan Inflasi yang akan dirilis oleh Bada Pusat Statistik mulai pukul 04:00 GMT (11:00 WIB).

Imbal hasil obligasi Pemerintah Indonesia bertenor 10 tahun ditutup turun di 6,404% pada hari kemarin. Ini menunjukkan bahwa imbal hasil ditutup merah untuk empat hari berturut-turut setelah kesulitan untuk melewati tertinggi 2026 di 6,464% yang dicapai pada 9 Februari 2026.

Emas 1 gram Antam dijual di harga Rp3.045.000, harganya lebih tinggi Rp6.000 dari harga kemarin seperti dicantumkan dalam situs Logam Mulia. Kenaikan harga ini menyusul harga Emas dunia (XAU/USD) yang juga menunjukkan kenaikan ringan sebesar 0,39% untuk ditutup di $5.184 per troy ons kemarin.

Hanya ada Indeks Harga Produsen (IHP), Indeks Manajer Pembelian (Purchasing Managers Index/PMI) Chicago, dan Belanja Konstruksi dari sisi rilis data AS yang bisa menggerakkan harga Emas. Namun, para pedagang fokus pada respon para pejabat pasca perundingan nuklir AS-Iran di Jenewa. Respon apa pun berpotensi menjadi pemicu pergerakan Emas ke depan.

Grafik Harian IHSG

IHSG memperkuat mode sideways saat kemarin turun, kesulitan untuk menindaklanjuti kenaikan di atas tertinggi Februari di 8.437,08. Dalam jangka lebih panjang, indeks mempertahankan tren bullish karena berada di atas Simple Moving Average (SMA) 200-hari. Namun, trennya agak rentan karena indeks semakin mendekati average tersebut. Di masa lalu, SMA 200-hari telah bertindak sebagai support dinamis yang kuat yang menahan penurunan tajam IHSG selama akhir bulan lalu hingga awal bulan ini.

Penurunan hari kemarin juga membuat Relative Strength Index (RSI) tetap di bawah level netral 50, mengindikasikan momentumnya tetap bearish. Mengingat mode sideways yang ditampilkan IHSG sejak 11 Februari 2026, level-level teknis yang membatasi indeks masih sama. Di sisi atas, resistance muncul di 8.437,08 (tertinggi Februari 2026), 8.596,17 (tertinggi 28 Januari 2026), dan 8.980,23 (penutupan 27 Januari 2026), dan 9.000 (level angka bulat). Sementara di sisi bawah, support teknis berasal dari 7.935,64 (SMA 200-hari), 7.712,34 (terendah 3 Februari 2026), dan 7.481,98 (terendah 2026 yang dicapai pada 29 Januari).

You can share this post!