GTK PPPK Paruh Waktu Sukabumi Kecewa Setelah Dialog dengan Pimpinan Daerah
Sumber Foto: Radar Sukabumi
Waktu Utama

GTK PPPK Paruh Waktu Sukabumi Kecewa Setelah Dialog dengan Pimpinan Daerah

SUKABUMI — Dialog antara ribuan Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) PPPK Paruh Waktu yang tergabung dalam Aliansi Honorer Nasional (AHN) Kabupaten Sukabumi dengan pimpinan daerah di Gor Pemuda Cisaat, Kecamatan Cisaat, Kamis (22/1/2026), berakhir dengan rasa kecewa. Harapan para guru untuk memperoleh kepastian terkait kesejahteraan dan status kepegawaian belum terjawab secara konkret.

Koordinator aksi, Mohammad Hadiq Wafid, menegaskan bahwa agenda ini sejak awal bukanlah aksi unjuk rasa, melainkan audiensi untuk menyampaikan aspirasi secara elegan. Namun, setelah berbagai pertimbangan, audiensi resmi dialihkan menjadi dialog terbuka.

“Sejak awal sebenarnya bukan aksi, tapi audiensi. Namun karena ada hambatan dan pertimbangan sosial serta keamanan, akhirnya dialihkan menjadi dialog,” jelas Hadiq.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sukabumi Asep Japar hadir langsung mendengar aspirasi. Meski begitu, jawaban yang diberikan belum memenuhi ekspektasi para GTK PPPK Paruh Waktu.

“Alhamdulillah Pak Bupati hadir. Tapi keputusan yang keluar belum memberikan jawaban signifikan. Ada rasa kecewa, namun ini tetap bagian dari perjuangan,” ujar Hadiq.

Peningkatan kesejahteraan GTK PPPK Paruh Waktu.

Kejelasan mekanisme dan estimasi waktu pengangkatan dari status paruh waktu menuju penuh waktu.

Saat ini, jumlah GTK PPPK Paruh Waktu di Kabupaten Sukabumi mencapai sekitar 3.900 orang dengan honor hanya Rp250 ribu per bulan, angka yang dinilai jauh dari layak.

“Rp250 ribu itu sangat tidak manusiawi. Kami mengabdi kepada negara, tapi penghasilan kami tidak sebanding dengan beban kerja,” tegas Hadiq.