FIFA Luncurkan FIFA PASS di Tengah Penangguhan Visa AS untuk 75 Negara Jelang Piala Dunia 2026
KOMPAS.com - Ajang sepak bola global terbesar, Piala Dunia 2026 diwarnai berbagai dinamika menjelang hari pelaksanaannya.
Sebagai informasi, panggung elite yang mempertemukan 48 bangsa tersebut bakal berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Di balik sederet persiapan yang terus dimatangkan, isu kebijakan imigrasi Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah mencuri sorotan publik internasional.
Beberapa bulan menjelang turnamen, pemerintahan Amerika Serikat di bawah Donald Trump mengumumkan penangguhan visa imigran tanpa batas waktu (indefinite immigrant visa suspension) terhadap 75 negara, sebagaimana dilaporkan Unilad.com, Jumat (16/1/2026).
Sebuah kebijakan yang bisa berpotensi mempengaruhi mobilitas penonton dari berbagai penjuru dunia.
Di tengah pengetatan tersebut, FIFA mulai angkat bicara sekaligus merilis jumlah permintaan ratusan tiket yang masuk. Bagaimana rinciannya?
Donald Trump perketat visa 75 negara
Keputusan otoritas Amerika Serikat yang memperketat visa bisa menimbulkan dampak luas secara global.
Kebijakan penangguhan visa imigran ini baru saja diumumkan awal pekan ini, lewat akun X (entitas baru Twitter) Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS), pada 14 Januari 2026.
?“Kementerian Luar Negeri akan menghentikan sementara pemrosesan visa imigran dari 75 negara yang warganya dianggap mengambil manfaat kesejahteraan dari rakyat Amerika dalam tingkat yang tidak dapat diterima," tulis mereka.
Dalam hal ini, pemerintahan AS akan memberlakukan pengetatan visa ini hingga pihak berwenang merasa imigran tidak akan mengambil keuntungan dari rakyat setempat.
?engan kata lain, belum ada kepastian jelas kapan penangguhan ini dicabut oleh AS.
"Pembekuan ini akan tetap berlaku hingga AS dapat memastikan bahwa imigran baru tidak akan mengambil kekayaan dari rakyat Amerika," lanjutnya.
Regulasi Trump ini berpotensi memengaruhi para penonton yang berniat untuk terbang ke AS demi menyaksikan magisnya pertandingan Piala Dunia 2026.
Berlaku 21 Januari, ini daftar 75 negara yang visanya ditangguhkan AS
Kebijakan penangguhan visa dari 75 negara akan diimplementasikan mulai 21 Januari 2026 mendatang, merujuk pada laporan Unilad, Kamis (15/1/2026).
Mulai minggu depan, inilah daftar 75 negara yang diperketat visanya.
Afghanistan
Albania
Algeria
Antigua and Barbuda
Armenia
Azerbaijan
Bahamas
Bangladesh
Barbados
Belarus
Belize
Bhutan
Bosnia and Herzegovina
Brazil
Burma
Cambodia
Cameroon
Cape Verde
Colombia
Cote d’Ivoire
Cuba
Democratic Republic of the Congo
Dominica
Egypt
Eritrea
Ethiopia
Fiji
The Gambia
Georgia
Ghana
Grenada
Guatemala
Guinea
Haiti
Iran
Iraq
Jamaica
Jordan
Kazakhstan
Kosovo
Kuwait
Kyrgyz Republic
Laos
Lebanon
Liberia
Libya
Moldova
Mongolia
Montenegro
Morocco
Nepal
Nicaragua
Nigeria
North Macedonia
Pakistan
Republic of the Congo
Russia
Rwanda
Saint Kitts and Nevis
Saint Lucia
Saint Vincent and the Grenadines
Senegal
Sierra Leone
Somalia
South Sudan
Sudan
Syria
Tanzania
Thailand
Togo
Tunisia
Uganda
Uruguay
Uzbekistan
Yemen
Lihat Foto
Respons FIFA
Di tengah pengetatan visa oleh negara Amerika Serikat sebagai salah satu tuan rumah, FIFA menyampaikan respons terhadap dampak dari kebijakan tersebut.
Dalam kesempatan ini, FIFA merilis gelombang pemesanan tiket sebanyak 500 juta permintaan dalam 33 hari terakhir.
Lewat siaran persnya, permintaan tiket terbanyak berasal dari Jerman, Inggris, Brasil, Spanyol, Portugal, Argentina, dan Kolombia, selain tiga negara tuan rumah.
Tapi sayangnya, pemohon dari Kolombia dan Brasil mendapat kabar kurang mengenakkan, mengingat mereka masuk list negara yang visanya ditangguhkan oleh AS.
Kendati demikian, pengetatan ini tidak berlaku untuk visa non-imigran (non-immigrant), termasuk visa turis (temporary tourist) atau visa bisnis (business).
Artinya, peluang masuk ke venue pertandingan masih terbuka.
Untuk melayani dan memastikan pecinta sepak bola bisa masuk, FIFA mengumumkan layanan FIFA Priority Appointment Scheduling System (FIFA PASS), belum lama ini.
Sistem ini memungkinkan pemegang tiket Piala Dunia 2026 yang sah memperoleh akses prioritas jadwal wawancara visa menjelang turnamen.
Presiden FIFA Gianni Infantino menyampaikan, skema ini merupakan komitmen penyelenggara untuk menjadikan Piala Dunia bersifat inklusif. Dengan kata lain, terbuka bagi semua pihak.
?“Amerika menyambut dunia. Kami selalu menyatakan bahwa ini akan menjadi Piala Dunia FIFA terbesar dan paling inklusif dalam sejarah dan layanan FIFA PASS adalah contoh nyata dari komitmen tersebut," jelasnya.
Apresiasi tinggi juga disampaikan Infantino kepada pemerintahan Amerika Serikat atas dukungannya terhadap pelaksanaan Piala Dunia 2026.
“Saya menyampaikan terima kasih tulus kepada Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump, Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem, Direktur Eksekutif Andrew Giuliani, serta Satuan Tugas Gedung Putih atas dukungan luar biasa mereka," ucapnya.
“Amerika Serikat bersiap menyambut penggemar dari seluruh dunia dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya, dan kami berkomitmen memastikan sepak bola benar-benar menyatukan dunia ketika turnamen dimulai di Amerika Utara pada Juni mendatang," lanjut Infantino.
Kendati demikian, FIFA menegaskan layanan FIFA PASS tidak memberikan jaminan kepada seseorang untuk masuk ke Amerika Serikat.
Pemohon diketahui tetap harus menjalani proses pemeriksaan latar belakang (security vetting) secara menyeluruh.




