Prime Time News - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, memberikan teguran tegas kepada operator liga setelah insiden kekerasan dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang melibatkan pemain muda Fadly Alberto.
Insiden tersebut terjadi setelah pertandingan di mana Fadly melakukan 'tendangan kungfu', tindakan yang dianggap tidak sportif dan mencoreng semangat pembinaan sepak bola nasional.
Erick Thohir menegaskan pentingnya penegakan disiplin dan pembangunan karakter pemain sejak usia dini. Ia meminta PT Liga Indonesia Baru (LIB) dan seluruh klub untuk tidak hanya berfokus pada aspek teknis, tetapi juga pada pembentukan mentalitas pemain. Menurutnya, kompetisi usia muda merupakan fondasi utama masa depan Timnas Indonesia.
Erick menegaskan bahwa sportivitas adalah hal yang tidak bisa ditawar dan menuntut adanya langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai kemanusiaan di lapangan. Ia berharap kompetisi usia muda dapat menjadi wadah bagi perkembangan pemain yang lebih dewasa dan berkualitas.