Dick Advocaat Mundur Sebagai Pelatih Curacao Usai Lolos ke Piala Dunia 2026
Sumber Foto: Kompas.com
Olahraga

Dick Advocaat Mundur Sebagai Pelatih Curacao Usai Lolos ke Piala Dunia 2026

Prime Time News - KOMPAS.com - Pelatih Timnas Sepak Bola Curacao, Dick Advocaat, resmi mengundurkan diri dari jabatannya kurang dari empat bulan menjelang Piala Dunia 2026.

Kabar tersebut diumumkan oleh federasi melalui pernyataan resmi pada Senin (23/2/2026).

“ Dick Advocaat telah mengundurkan diri dengan segera sebagai pelatih kepala tim nasional sepak bola Curacao,” demikian bunyi pernyataan yang disampaikan melalui media sosial.

Dengan keputusan itu, pelatih asal Belanda berusia 78 tahun itu dipastikan tidak akan mendampingi Curacao di putaran final Piala Dunia 2026.

Padahal, ia memiliki kontribusi besar dalam membawa negara kecil di kawasan Karibia tersebut lolos ke turnamen empat tahunan tersebut.

Lantas, apa alasan Dick Advocaat mengundurkan diri dari kursi kepelatihan Timnas Curacao usai membawanya lolos ke Piala Dunia 2026?

Alasan Dick Advocaat mundur dari Timnas Curacao

Advocaat memutuskan mundur dari jabatannya sebagai pelatih Timnas Curacao karena alasan pribadi, yakni untuk merawat putrinya yang tengah mengalami gangguan kesehatan.

“Saya selalu mengatakan bahwa keluarga lebih penting daripada sepak bola. Oleh karena itu, ini adalah keputusan yang wajar,” ujarnya dalam pernyataannya, dilansir dari The Guardian, Senin.

Meski berat meninggalkan tim yang telah ia bawa ke panggung dunia, pelatih asal Belanda itu mengaku bangga atas pencapaian bersama Curacao.

“Meskipun demikian, saya akan sangat merindukan Curacao, rakyatnya, dan rekan-rekan saya. Saya menganggap membawa negara terkecil di dunia ini lolos ke Piala Dunia sebagai salah satu puncak karier saya. Saya bangga dengan para pemain, staf, dan anggota dewan yang percaya pada kami,” tambahnya.

Advocaat sendiri menggambarkan keberhasilannya membawa Curacao ke Piala Dunia sebagai “hal paling gila” yang pernah ia capai dalam hampir empat dekade karier kepelatihannya.

Seandainya tetap bertahan hingga turnamen digelar, ia berpeluang menjadi manajer tertua dalam sejarah Piala Dunia.

Sepanjang kariernya yang telah berlangsung lebih dari 40 tahun, Advocaat pernah menangani sejumlah klub besar dan tim nasional, termasuk Belanda (tiga periode), Belgia, Rusia, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, Serbia, dan Irak.

Di level klub, ia pernah membawa PSV Eindhoven menjuarai Liga Belanda, meraih gelar Liga Skotlandia bersama Rangers FC, serta menjadi kampiun Liga Rusia bersama Zenit Saint Petersburg.

Bersama Zenit, ia juga menjuarai Piala UEFA 2008, yang kini dikenal sebagai Liga Europa.

Digantikan oleh Fred Rutten

Di sisi lain, Presiden Federasi Sepak Bola Curacao, Gilbert Martina, menyatakan bahwa pihaknya menghormati keputusan Advocaat.

“Keputusannya patut dihormati. Advocaat telah membuat sejarah bersama tim nasional kita. Curacao akan selalu berterima kasih kepadanya,” ujarnya, seperti dikutip dari Asharq Al-Awsat, Senin.

Sebagai pengganti, federasi menunjuk sesama pelatih asal Belanda, Fred Rutten (63).

Rutten merupakan mantan bek timnas Belanda yang memiliki pengalaman melatih sejumlah klub Eropa seperti PSV Eindhoven, RSC Anderlecht, dan Feyenoord.

Sebagai informasi, pada kualifikasi ronde ketiga Piala Dunia 2026 Grup B zona CONCACAF yang berakhir pada November lalu, Curacao tampil impresif dengan finis di puncak klasemen.

Mereka mengoleksi 12 poin dari enam pertandingan dan memastikan tiket ke putaran final.

Keberhasilan tersebut sekaligus mencatatkan sejarah, karena Curacao menjadi salah satu negara dengan populasi paling kecil yang mampu lolos ke Piala Dunia.