Chery Akuisisi Pabrik Nissan di Afrika Selatan, Ciptakan 3.000 Lapangan Kerja
Internasional

Chery Akuisisi Pabrik Nissan di Afrika Selatan, Ciptakan 3.000 Lapangan Kerja

Prime Time News - Produsen otomotif asal China, Chery, resmi mengambil alih pabrik manufaktur bekas milik Nissan di Rosslyn, Afrika Selatan, sebagai bagian dari strategi memperluas bisnisnya di benua Afrika. Langkah tersebut sekaligus memperkuat ekspansi global produsen mobil China di tengah perlambatan pertumbuhan dan persaingan yang semakin ketat di pasar domestik.

Pengambilalihan pabrik tersebut menyusul kesepakatan yang diumumkan pada Januari 2026. Chery berencana menjadikan fasilitas Rosslyn sebagai pusat manufaktur, ekspor, riset dan pengembangan (R&D), serta operasional regionalnya di Afrika.

Wakil Presiden Chery Afrika Selatan, Charlie Zhang mengatakan perusahaan menargetkan fasilitas tersebut menjadi pusat otomotif terintegrasi yang mendukung ekspansi bisnisnya di Afrika.

"Tujuan jangka panjang kami adalah menjadikan pabrik Rosslyn sebagai pusat otomotif yang lengkap dengan fasilitas riset dan pengembangan, operasi rantai pasok, serta pelatihan. Hal ini akan mendukung ekspansi Chery sekaligus mewujudkan target penjualan lebih dari 100.000 kendaraan per tahun di Afrika Selatan," kata Zhang dikutip dari africa.businessinsider.com (4/7/2026)

Afrika Selatan merupakan pusat manufaktur kendaraan terbesar di Afrika dan menjadi basis produksi sejumlah merek glob.al seperti BMW, Mercedes-Benz, Ford, Toyota, Isuzu, dan Volkswagen. Dengan mengakuisisi fasilitas yang telah beroperasi, Chery memperoleh akses langsung ke jaringan pemasok, tenaga kerja terampil, serta infrastruktur ekspor yang telah tersedia.

Perusahaan menyatakan akan mempertahankan seluruh 692 pekerja yang saat ini bekerja di pabrik Rosslyn. Selain itu, proyek tersebut diperkirakan menciptakan hampir 3.000 lapangan kerja langsung maupun tidak langsung di sektor manufaktur, logistik, pemasok komponen, dan layanan pendukung lainnya.

Sebelum produksi dimulai, Chery akan menginvestasikan dana senilai jutaan dolar AS untuk meningkatkan mesin, utilitas, dan lini produksi di pabrik tersebut. Produksi kendaraan dijadwalkan dimulai pada pertengahan 2027 dengan target awal sebanyak 15.000 unit pada kuartal III dan IV 2027.

Pada tahap awal, pabrik Rosslyn akan memproduksi Jetour seri T, Jaecoo J5, dan Chery Tiggo 4. Model Jaecoo J5 akan diproduksi dalam versi bermesin pembakaran internal maupun kendaraan energi baru sebagai bagian dari strategi Chery memperluas portofolio kendaraan elektrifikasinya.

Chery juga menargetkan tingkat kandungan lokal sebesar 40% pada fase awal produksi dan telah mulai mengevaluasi pemasok Tier 1 di Afrika Selatan. Perusahaan juga akan mendatangkan pemasok khusus dari China, terutama untuk teknologi kendaraan listrik dan komponen sistem berkendara cerdas.

Ekspansi Chery mencerminkan tren yang lebih luas di industri otomotif global. Di tengah kelebihan kapasitas produksi dan persaingan harga di China, sejumlah produsen seperti BYD, GAC, Great Wall Motor, dan SAIC semakin agresif memperluas pasar ke negara-negara berkembang di Afrika, Amerika Latin, dan Asia Tenggara. (*)

You can share this post!