Buya Yahya: Waktu Paling Afdal Sholat Dhuha Sekitar 3 Jam Setelah Matahari Terbit
Sumber Foto: Liputan6.com
Waktu Utama

Buya Yahya: Waktu Paling Afdal Sholat Dhuha Sekitar 3 Jam Setelah Matahari Terbit

Perbesar

Ketik p

Cari

Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat dhuha?

Apa saja keutamaan shalat dhuha?

Liputan6.com, Jakarta - Salah satu ibadah sunnah yang dapat dilakukan setiap hari adalah sholat dhuha. Menukil laman NU Online, waktu sholat dhuha adalah mulai matahari terbit seukuran satu tombak (tujuh hasta atau 2,5 meter) sampai waktu zawâl (saat matahari tergelincir ke arah barat).

Sementara itu, ulama kharismatik KH Yahya Zainul Ma’arif alias Buya Yahya menjelaskan, waktu sholat dhuha adalah setelah matahari meninggi sampai matahari sebelum tergelincir di atas kepala. Selagi matahari belum di atas kepala, maka itu masuk waktu dhuha.

Tentu saja waktu sholat dhuha cukup lama. Pertanyaannya, kapan waktu sholat dhuha yang paling utama?

Buya Yahya mengatakan, sholat dhuha yang paling afdhol dilakukan ketika ketika terik matahari telah terasa panas atau seperempat siang yang dihitung dari setelah matahari terbit.

“Separuh dari jam 06.00-12.00. Jadi 3 jam setelah matahari terbit. Itu adalah waktu yang paling bagus kalau mau sholat dhuha,” kata Buya Yahya dikutip dari YouTube Al Bahjah TV, Jumat (13/6/2025).

Sabda Nabi

Perbesar

Buya Yahya mengutip hadis dari Sayyidina Zaid bin Arqam radliyallahu ‘anh bahwa ia pernah melihat segolongan orang melakukan sholat dhuha. Lalu berkata, “Tidakkah kalian tahu bahwa sholat dalam waktu ini lebih utama? Sungguh Rasulullah SAW bersabda, sholat kaum awwâbîn (sholat dhuha) adalah saat kaki anak-anak unta merasakan panasnya bumi karena terik matahari.”

“Jadi anak unta itu kan dijemur. Jadi kalau sudah mulai jam 9 keliatan anget. Itulah waktunya sholat dhuha yang lebih bagus. Dikatakan, yaitu mulai meninggi seperempat dari siang itu, 3 jam dari waktu terbit matahari kurang lebihnya seperti itu,” jelas Buya Yahya.

Niat dan Tata Cara Sholat Dhuha

Perbesar

Mengutip NU Online, sholat dhuha dapat dilaksanakan sebagaimana sholat-sholat sunnah lainnya, yaitu dua rakaat salam sebagaimana berikut.

Niat di dalam hati bersamaan takbîratul Ihrâm. Untuk memantapkan niat, sebelumnya bisa melafalkan niat sholat dhuha berikut.

أُصَلِّيْ سُنَّةَ الضُّحَى رَكْعَتَيْنِ لِلّٰهِ تَعَالَى

Ushallî sunnatad dhahâ rak‘ataini lillâhi ta‘âlâ.

Artinya: “Saya niat sholat sunnah dhuha dua rakaat karena Allah ta’ala.”

Doa Setelah Sholat Dhuha

Perbesar

Berikut doa setelah sholat dhuha.

اَللّٰهُمَّ إِنَّ الضَّحَآءَ ضَحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَــالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ. اَللّٰهُمَّ إِنْ كَانَ رِزْقِيْ فِي السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ، وَإِنْ كَانَ فِي الْأَرْضِ فَأَخْرِجْهُ، وَإِنْ كَانَ مُعْسَرًا فَيَسِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ، وَإِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ، بِحَقِّ ضَحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِيْ مَآ أَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ

Artinya: “ Wahai Tuhanku, sungguh dhuha ini adalah dhuha-Mu, keagungan ini adalah keagungan-Mu, keindahan ini adalah keindahan-Mu, kekuatan ini adalah kekuatan-Mu, dan penjagaan ini adalah penjagaan-Mu. Wahai Tuhanku, jika rejekiku berada di atas langit, maka turunkanlah; jika berada di dalam bumi, maka keluarkanlah; jika dipersulit, mudahkanlah; jika (tercampur tanpa sengaja dengan yang) haram, sucikanlah; jika jauh, dekatkanlah; dengan hak dhuha, keelokan, keindahan, kekuatan, dan kekuasaan-Mu, datangkanlah kepadaku apa yang Engkau datangkan kepada para hamba-Mu yang saleh.”

Demikian penjelasan terkait waktu sholat dhuha paling utama menurut Buya Yahya dan berdasarkan hadis nabi yang dilengkapi tata caranya. Wallahu a'lam.

Saksikan Video Pilihan Ini:

FAQ tentang Sholat Dhuha

1. Apa itu shalat dhuha dan berapa jumlah rakaatnya?

Shalat dhuha adalah salah satu shalat sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan biasanya dikerjakan pada pagi hari setelah matahari terbit sempurna. Jumlah rakaatnya fleksibel, bisa dikerjakan minimal 2 rakaat dan maksimal 12 rakaat, tergantung kemampuan dan keikhlasan masing-masing.

2. Kapan waktu terbaik untuk melaksanakan shalat dhuha?

Waktu terbaik untuk melaksanakan shalat dhuha adalah sekitar pukul 08.00 hingga pukul 11.00, yaitu 15 menit setelah matahari terbit sempurna hingga sebelum matahari tergelincir ke arah barat (menjelang dzuhur). Shalat dhuha sebaiknya tidak dilakukan sebelum matahari benar-benar terbit atau terlalu dekat dengan waktu dzuhur.

3. Apa saja keutamaan shalat dhuha?

Beberapa keutamaan shalat dhuha yang disebutkan dalam hadist shahih antara lain:

Mendapat pahala setara ibadah haji atau umroh,

Dibukakan pintu rezeki dan dicukupkan kebutuhan hari itu,

Diampuni dosa-dosa meskipun sebanyak buih di lautan,

Dihitung sebagai sedekah,

Dibangunkan istana di surga bagi yang rutin melaksanakannya 12 rakaat.

4. Apa saja waktu yang diharamkan untuk mengerjakan shalat dhuha?

Ada tiga waktu haram untuk melaksanakan shalat dhuha:

Setelah shalat subuh hingga matahari terbit sempurna,

Saat matahari tergelincir ke arah barat (menjelang dzuhur),

Ketika matahari hampir terbenam (menjelang maghrib). Hindari tiga waktu ini agar ibadah tidak sia-sia dan tetap sesuai sunnah.

5. Apakah shalat dhuha harus membaca surat tertentu?

Tidak wajib, tetapi dianjurkan untuk membaca Surat Ad-Dhuha pada rakaat pertama dan Surat Asy-Syams pada rakaat kedua. Namun, jika tidak hafal, boleh membaca surat pendek lainnya dari Al-Qur’an. Setelah shalat, dianjurkan untuk berdoa dengan penuh pengharapan karena waktu setelah shalat dhuha termasuk waktu yang mustajab untuk berdoa.