Afrika Tolak Bantuan Kesehatan AS demi Lindungi Data Warga
Sumber Foto: Wartakotalive.com
Internasional

Afrika Tolak Bantuan Kesehatan AS demi Lindungi Data Warga

WARTAKOTALIVECOM — Gelombang penolakan terhadap kerja sama kesehatan dengan Amerika Serikat mulai muncul di Afrika.

Zimbabwe dan Zambia memutuskan membekukan perundingan bantuan kesehatan bernilai miliaran dolar AS setelah muncul kekhawatiran terkait perlindungan data warga serta kepentingan strategis di balik kesepakatan tersebut.

Keputusan kedua negara itu mengikuti langkah Kenya yang lebih dahulu menunda pembahasan kerja sama serupa dengan Washington.

Persoalan utama yang dipersoalkan adalah sikap Amerika Serikat yang dilaporkan secara agresif menentang penguatan aturan perlindungan data di negara-negara mitra.

Menurut laporan Reuters, Kamis (26/2/2026), Zambia dan Zimbabwe sebelumnya tengah merundingkan paket bantuan kesehatan dalam jumlah besar.

Zambia dijanjikan pendanaan hingga 1 miliar dolar AS, sementara Zimbabwe sekitar 367 juta dolar AS.

Kesepakatan AS–Zambia seharusnya ditandatangani pada November 2025, sedangkan perjanjian dengan Zimbabwe dijadwalkan rampung pada Desember tahun lalu.

Namun negosiasi terhenti ketika pemerintah Zambia menilai sejumlah klausul berpotensi melampaui kerja sama kesehatan semata.

Presiden Zambia Hakainde Hichilema disebut menolak meneken perjanjian karena adanya keterkaitan antara bantuan kesehatan dengan hak akses Amerika Serikat terhadap sektor pertambangan nasional.

Bagi Lusaka, klausul tersebut menyentuh wilayah sensitif: kedaulatan sumber daya alam.

Zambia merupakan produsen tembaga terbesar kedua di Afrika setelah Republik Demokratik Kongo.

Negara itu juga menyimpan cadangan mineral strategis seperti nikel, mangan, grafit, litium, kobalt, serta logam tanah jarang komoditas yang kini menjadi rebutan global dalam industri kendaraan listrik dan teknologi energi bersih.

Situasi ini memperlihatkan perubahan sikap negara-negara Afrika terhadap pola kerja sama internasional.

Bantuan pembangunan tidak lagi diterima tanpa syarat, terutama ketika menyangkut data warga dan akses terhadap sumber daya strategis.